Andhinipramitha's Blog

Mei 24, 2010

PARADIGMA BARU MANAJEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Filed under: Uncategorized — andhinipramitha @ 4:29 am

UU Sistem Pendidikan Nasional N0. 20 Tahun 2003 telah mengamanatkan bahwa masalah pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah. Ketiga komponen ini, diharapkan dapat bersinergi secara simultan dan positif, sehingga bersifat saling melengkapi dan menutupi kekurangan masing-masing.

• Komponen Orangtua

Orangtua, dituntut untuk dapat mengalokasikan waktunya dalam menanamkan nilai-nilai, maupun norma-norma etika dan moral bahkan tidak jarang membantu juga dalam masalah-masalah yang bersifat lebih teknis.

• Komponen Masyarakat

Dalam sistem pendidikan nasional, masyarakat mempunyai kewajiban untuk mendukung terselenggaranya proses pendidikan yang wajar dan bermutu sekaligus memiliki hak untuk melakukan kontrol sosial terhadap pelaksanaan pendidikan itu sendiri. Pada pasal 8 UU Sisdiknas, ditegaskan bahwa masyarakat berhak berperan serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi program pendidikan. Pada pasal 9, masyarakat juga dikenakan kewajiban untuk memberikan dukungan sumber daya dalam penyelenggaraan pendidikan. Kenyataan ini berarti semakin, memperkuat posisi, peran dan fungsi masyarakat sebagai sebuah komponen penting dalam proses pendidikan nasional. Oleh sebab itu, masyarakat di tuntut untuk lebih pro aktif, termasuk dalam upaya mencegah terjadinya berbagai bentuk kekerasan di lingkungan masyarakat, termasuk dalam institusi pendidikan.
• Komponen Pemerintah (Institusi Pendidikan)

Pendidikan nasional kita seharusnya tidak hanya diarahkan untuk pengusaan iptek saja, tetapi juga mencakup penguasaan terhadap etika dan estetika, sehingga tujuan akhir dari sistem pendidikan nasional kita adalah membentuk manusia Indonesia yang seutuhnya, dimana antara IQ (Intelegensia Quotes), EQ (Emotional Quates) dan SQ (Spriritual Quotes) dapat berkembang secara proporsional. Sistem pendidikan yang cenderung telah meminggirkan kaum miskin untuk mendapatkan akses dan kesempatan yang memadai, juga perlu dikaji ulang agar pemerataan pendidikan sebagaimana yang diamantkan UUD 1945 benar-benar dapat diwujudkan.
Oleh sebab itu, diperlukan perubahan paradigma yang melihat institusi pendidikan sebagai suatu hal yang bersifat komprehensif, dengan menitik beratkan pada perubahan kultur dan politik yang di iringi pembaharuan di bidang hukum Paradigma yang diperlukan adalah paradigma yang bersifat pembebasan dan pemberdayaan yang mengandung semangat demokratisasi, transparan, kredibel dan dapat dipertanggung jawabkan, baik secara empiris, etika ,maupun moral.

>Paradigma Baru Sitem Pendidikan

Dalam upaya menjawab kebutuhan dan tantangan dunia global saat ini, paling tidak ada dua aspek dalam sistem pendidikan yang dapat kita jadikan bahan kajian dan kita gali untuk dilakukan perubahan menjadi paradigma baru yang berlaku.
Aspek pertama adalah dalam hal metode pembelajaran, sejak dahulu metode pembelajaran kita selalu berorientasi dan bersumber hanya kepada guru dan berlangsung satu arah (one way), kita sepakat bahwa metode ini sudah tidak dapat dipertahankan lagi dengan tanpa mengenyampingkan bahwa GURU itu tetap harus menjadi insan yang patut di Gugu dan di tiru. Sudah saatnya kini orientasi berubah tidak hanya kepada satu sumber saja (Guru), tetapi harus dilakukan berorientai kepada siswa dan secara multi arah, dengan terjadinya proses interaksi ini diharapkan akan menstimulir para siwa untuk lebih menumbuhkan tingkat kepercayaan dirinya, proaktif, mau saling bertukar informasi, meningkatkan keterampilan berkomunikasi, berfikir kritis, membangun kerja sama, memahami dan menghormati akan adanya perbedaan pendapat dan masih banyak harapan positif lainnya yang lahir dari adanya perubahan tersebut serta pada akhirnya siswa akan dihadapkan pada realitas yang sebenarnya dalam memandang dan memahami konteks dalam kehidupan kesehariannya.

Aspek kedua adalah menyangkut manajemen lembaga pendidikan itu sendiri, seperti kita alami selama ini dimana pada waktu sebelumnya sekolah hanya bergerak dan beroperasi sendiri-sendiri secara mandiri, maka dalam konteks pembelajaran masa kini dan kedepan setiap sekolah harus mempunyai dan membangun networking antar lembaga pendidikan yang dapat saling bertukar informasi, pengetahuan dan sumber daya, artinya sekolah lain sebagai institusi tidak lagi dipandang sebagai rival atau kompetitor semata tetapi lebih sebagai mitra (counterpart).

>Implementasi Paradigma Baru Sisdiknas

Output yang bagaimana yang dapat kita harapkan dari suatu proses perubahan pendidikan dalam menuju kearah peningkatan kualitas adalah tergantung dari bagaimana kita mengimplemantisakan, dengan tetap berkomitmen dan berpegang pada aspek perubahan paradigma baru sistem pendidikan dan stressing nya difokuskan terhadap hal-hal berikut ini : (R.Eko Inrajit, 2006, Halaman 379)

1.Sistem Pendidikan harus diimplementasikan dengan berpegang pada prinsip “muatan lokal, orientasi global”
2.Konten dan kurikulum yang dibuat harus berbasis pada penciptaan kompetensi siswa (kognitif, afektif dan psikomotorik)
3.Proses belajar mengajar harus berorientasi pada pemecahan masalah riil dalam kehidupan, tidak sekedar mengawang-awang (problem base learning)
4.Fasilitas sarana dan prasarana harus berbasis teknologi informasi agar dapat tercipta jejaring pendidikan antar sekolah dan lembaga lainnya
5.Sumber daya manusia yang terlibat dalam proses pendidkan harus mempunyai kemampuan multi dimensi yang dapat merangsang multi intelejensia peserta didik
6.Manajemen pendidikan harus berbasis sekolah adalah Sistem informasi terpadu untuk menunjang proses administrasi dan strategis
7.Otoritas pemerintah daerah diharapkan lebih berperan dalam menunjang infrastruktur dan suprastruktur pendidikan. Hal ini sesuai strategi otonomi daerah yang diterapkan secara nasional.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi trend pendidikan di masa sekarang dan masa akan datang:

1. Kompetitif
Terjadi karena adanya kesenjangan suplay dan demand.
Meliputi :

a. Usaha
b. kemampuan
c. strategi
d. etika

2. Transparan

3. Spesialis (Ahlinya)

4. Profesional
a. Memberi kepuasan kepada orang lain
b. Menghabiskan sebagian waktunya untuk bekerja
c. Memperoleh penghasilan dari pekerjaannya
d. Tidak hanya belajar pada peket yang ditentukan

5. Dinamis
a. Selalu bergerak dan berubah
b. Menemukan sesuatu yang baru (Inventing)
c. Ekperiment
d. Growing

6. Adaptif

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: